Simulator ini menunjukkan persilangan dihibrid Mendel dengan parental biji kacang bulat kuning (BBKK) dan keriput hijau (bbkk). Persilangan ini mengikuti Hukum Pemilihan Bebas Mendel.
Parental (P)
Parental 1
Bulat
Kuning
Genotipe: BBKK
Fenotipe: Bulat Kuning
Parental 2
Keriput
Hijau
Genotipe: bbkk
Fenotipe: Keriput Hijau
Keturunan Pertama (F1)
Bulat Kuning
Genotipe: BbKk
Fenotipe: Bulat Kuning
Penjelasan Genetika
Persilangan antara parental BBKK (bulat kuning) dan bbkk (keriput hijau) menghasilkan keturunan F1 dengan genotipe BbKk dan fenotipe bulat kuning.
Ini terjadi karena:
Sifat bulat (B) dominan terhadap keriput (b)
Sifat kuning (K) dominan terhadap hijau (k)
Setiap parental hanya menghasilkan satu jenis gamet: BK untuk BBKK dan bk untuk bbkk
Kombinasi gamet BK (dari P1) dan bk (dari P2) menghasilkan BbKk
Diagram Punnett Parental → F1
bk
BK
BbKk
Bulat Kuning
Untuk melihat rasio fenotipik dan genotipik F2, lakukan persilangan antara dua individu F1 (BbKk × BbKk). Ini akan menghasilkan rasio fenotipik klasik 9:3:3:1.
Keturunan Kedua (F2)
Persilangan antara dua individu F1 (BbKk × BbKk):
Gamet yang Mungkin
Setiap individu F1 dapat menghasilkan 4 jenis gamet:
BK, Bk, bK, bk
Diagram Punnett F1 → F2
Rasio Fenotipik
9
Bulat Kuning
3
Bulat Hijau
3
Keriput Kuning
1
Keriput Hijau
Rasio Genotipik
BBKK
1
BBKk
2
BBkk
1
BbKK
2
BbKk
4
Bbkk
2
bbKK
1
bbKk
2
bbkk
1
Penjelasan Hukum Mendel
Hasil F2 ini menunjukkan:
Hukum Segregasi: Alel memisah secara acak selama pembentukan gamet
Hukum Pengelompokan Bebas: Gen untuk sifat berbeda berpasangan secara independen
Rasio fenotipik 9:3:3:1 adalah karakteristik persilangan dihibrid
Rasio genotipik 1:2:1:2:4:2:1:2:1 menunjukkan semua kombinasi mungkin